Budidaya Kroto Dengan Cara Ini Omset Naik 10kali Lipat

Halo, pada kesempata kali ini, www.yukbudidaya.com akan membagian / memberikan informasi "cara budidaya kroto" dengan menggunakan metode toples sebagai wadah / tempat untuk membudidayakannya.

cara yang akan saya berikan sangatlah simple, bahkan hampir semua orang bisa mengerjakannya, selain itu cara budidaya kroto yang akan saya bagikan ini dapat mengirit biaya awal untuk ternak kroto.

Budidaya Kroto Dengan Cara Ini Omset Naik 10kali Lipat


Pemilihan bibit kroto

Bibit bisa di dapatkan dari petani yang terlebih dahulu sudah membudidayakan kroto di dalam toples. Bibit kroto yang berkualitas adalah,

Isi koloni semut sudah cukup penuh dan banyak sehingga produksi telur krotonya lebih cepat
Kondisi semut cukup sehat alias hidup. Jngan membeli bibit semut yang loyo lemes dan stress.
Sudah bertelur. Pastikan di dalam toples sudah ada telurnya banyak.
Ada ratunya. Pilihlah bibit kroto yang ada ratunya. Jangan asal saja dalam budidaya kroto. Ratu ini berfungsi sebagai pemikat rangrang agar betah di dalam toples. Dan efeknya hasil kroto akan menjadi lebih besar besar

Media / Tempat Untuk Budidaya Kroto

Pilihlah media ternak kroto yang transparan seperti toples, botol, dan sejenisnya. Serta meja atau rak khusus yang dapat  menopang toples. Jangan lupa pada bagian kaki pada rak harus di kasi air atau oli. Agar semut tidak pergi dari sarangnya. Dan harus selalu di cek.
Perawatan


  • Memberi minuman
  • Memberi makan kroto
  • Mengecek kondisi kroto setiap pagi


Dalam pemberian minuman bibit kroto biasanya yang di lakukan oleh para petani kroto adalah mencampurkan air mineral dengan gula. Dalam 10 toples yang berisisi rangrang biasanya memerlukan 1 gelas air dan 2 sendok makan gula pasir dan pemberian air gula ini cukup 2 hari sekali. Dalam gula itu terdapat protein yang bagus untuk semut, agar semut mampu membangun sarang di dalam toples tersebut.

Pemberian makanan pada bibit kroto atau rangrang di dalam toples menggunakan ulat hongkong, pemberian makanan  pada 10 toples adalah 2 kali sehari dan banyaknya ulat hongkong sekitar 1 sendok makan.

Dalam proses produksi, rangrang membutuhkan waktu 15 sampai 20 hari dari pertama kali rangrang dimasukkan kedalam toples hingga menghasilkan kroto.

Masa panen adalah ketika pupa sudah banyak menempel pada dinding toples. dan barulah bisa di panen. Jangan lupa tunggu banyak terlebih dahulu.

Cukup sekial tutorial cara budidaya kroto dengan menggunakan wadah toples yang saya berikan kali ini, semoga bermanfaat untuk anda, jika anda memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk bertanya kepada saya dengan cara bertanya menggunakan kolom komentar dibawah ini, saya akan sebisa dan secapat mungkin menjawab pertanyaan anda. terima kasih

0 Response to "Budidaya Kroto Dengan Cara Ini Omset Naik 10kali Lipat"

Poskan Komentar